NADIKABAR.COM β€” Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso mendiskusikan hambatan perdagangan hingga investasi bersama pelaku usaha Amerika Serikat (AS) guna memastikan hubungan dagang kedua negara berjalan dengan baik.

Diskusi itu berlangsung dalam kegiatan The 14th US-Indonesia Investment Summit, di Jakarta, Selasa.

β€œHari ini kami menghadiri US-Indonesia Investment Summit. Kami ingin update beberapa regulasi, termasuk juga perkembangan Agreement on Reciprocal Trade (ART). Jadi, bagaimana kita nantinya mengimplementasikan dengan baik,” kata Budi saat ditemui usai acara.

Pertemuan itu disebut menjadi langkah paralel Kementerian Perdagangan dalam memastikan kelancaran hubungan dagang antara mitra, dalam konteks ini AS, dengan Indonesia.

Kemendag di satu sisi menyiapkan regulasi, di sisi lainnya turut menjalin komunikasi dengan pelaku usaha untuk mengetahui tantangan yang dihadapi di lapangan, sehingga regulasi bisa diimplementasikan dengan optimal.

β€œIni yang kami diskusikan bersama-sama, bagaimana kita bisa meningkatkan hubungan perdagangan, investasi, hubungan ekonomi secara keseluruhan antara Indonesia dan Amerika,” kata Budi.

American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham) menilai penyelesaian Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia-AS juga dapat membantu memperkuat iklim investasi.

Managing Director AmCham Donna Priadi mengatakan sejumlah poin dalam ART selama ini memang menjadi perhatian pelaku usaha AS yang beroperasi di Indonesia.

Menurut dia, implementasi ART diharapkan dapat memberikan tambahan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus memperbaiki iklim investasi bagi perusahaan-perusahaan AS di Indonesia.

Secara keseluruhan, AmCham mendorong penguatan kepastian kebijakan untuk menjaga kepercayaan investor AS dan menarik lebih banyak investasi ke Indonesia.

Vice Chair Board of Governors AmCham Indonesia Mira Arifin menilai Indonesia telah memiliki basis ekonomi yang cukup kuat, termasuk pertumbuhan ekonomi yang terjaga dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, risiko yang muncul dari perubahan kebijakan

dinilai perlu ditekan agar kepercayaan investor tetap terjaga.

AmCham pun menilai Indonesia masih memiliki sejumlah faktor yang menarik bagi perusahaan AS, termasuk besarnya pasar domestik dan pertumbuhan populasi muda.