NADIKABAR.COM β€” Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso optimistis target pertumbuhan ekspor 5,5 sampai 6,5 persen pada tahun ini dapat tercapai.

Dirinya optimistis karena ekspor Indonesia pada periode Januari-Agustus 2026 tetap tumbuh 4,7 persen.

"Meskipun kemarin Mei–Juni sempat turun atau defisit, tetapi saat itu memang harga minyak lagi tinggi-tingginya pada bulan Maret-nya, sehingga berimbas pada bulan Mei–Juni. Sekarang mudah-mudahan sampai dengan Desember target kita adalah 5,5 sampai 6,5 persen," kata Budi Santoso di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, Kementerian Perdagangan mempunyai perwakilan atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara dengan jumlah 46 perwakilan.

"Saya sering menyampaikan kepada perwakilan kita, ITPC atase perdagangan, saya sampaikan bahwa ITPC itu pegawainya para eksportir, sales eksportir. Saya Mendag ini hanya sebagai koordinator. Jadi tugas ITPC adalah bagaimana mencarikan buyer buat para eksportir," katanya.

Sebagai informasi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjalankan tiga program prioritas dalam mendorong kinerja perdagangan, yakni program Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global.

Ketiga program tersebut diarahkan untuk memperkuat pasar domestik, memperluas akses ekspor, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Budi Santoso mengatakan bahwa pihaknya mencatat ekspor Indonesia mencapai 193,64 miliar dolar AS pada Januari-Agustus 2026, di mana industri pengolahan menjadi penopang utama dengan kontribusi 82,40 persen atau senilai 159,55 miliar dolar AS dari total ekspor.

Dikatakannya, melalui program Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Kemendag bersinergi dengan asosiasi ritel untuk meningkatkan penetrasi produk lokal melalui program belanja nasional. Pada Januari-Oktober 2026, nilai penetrasi produk dalam negeri mencapai Rp259,3 triliun, sementara 6.383 UMKM mendapat pendampingan dan fasilitasi kerja sama dengan ritel modern.