NADIKABAR.COM β Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan kenaikan harga cabai saat ini salah satunya dipengaruhi oleh penurunan produksi akibat faktor cuaca dan musim.
βCabai ini kan salah satu faktornya adalah faktor produksi, termasuk juga faktor musiman. Pada musim tertentu, apalagi sekarang ini memang produksinya lagi turun,β ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Budi menyebut harga rata-rata cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp70.000 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan harga acuan penjualan (HAP) yang berada di sekitar Rp57.000.
Pemerintah, kata dia, telah berkomunikasi dengan asosiasi petani cabai untuk mendorong peningkatan produksi untuk menjaga ketersediaan pasokan di tengah penurunan produksi akibat kondisi cuaca.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga rata-rata nasional cabai merah keriting kini menembus Rp69.883 per kg, jauh di atas harga acuan sebesar Rp55.000 per kg.
Sementara itu, harga rata-rata nasional cabai rawit merah melonjak hingga Rp81.252 per kg, melampaui harga acuan yang dipatok Rp57.000 per kg.
Di sisi lain, Budi juga menyoroti perkembangan harga telur ayam. Saat ini, harga rata-rata nasional telur ayam ras berada di kisaran Rp26.800 per kilogram, masih di bawah harga acuannya yang ditetapkan sebesar Rp30.000 per kilogram.
Menurutnya, harga telur tidak boleh ditekan terlalu rendah karena dapat merugikan peternak. Ia mengingatkan, harga yang tidak mampu menutup biaya produksi berpotensi membuat peternak menghentikan usahanya.
βJangan sampai harga terlalu rendah, nanti peternak tutup. Kalau peternak tutup ya telur nggak ada, terus telur langka dan telur menjadi mahal,β katanya.
Ia memastikan pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen.