"Jadi, targetnya S1 itu hanya untuk mengubah cara berpikir, mengambil keputusan yang tadinya hanya feeling-feeling-an menjadi berbasis systematic science, ilmiah," tegasnya.

Tito menilai semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin kompleks kemampuan seseorang dalam mencari referensi, menguasai metodologi, menganalisis data, dan mengambil kesimpulan. Ia menegaskan kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi seorang pemimpin ketika menghadapi persoalan di lapangan.

Pada kesempatan tersebut, Tito mengingatkan pemimpin yang kuat tidak cukup hanya mengandalkan kewenangan dan memiliki pengikut. Sebab, seorang pemimpin harus mampu menyusun konsep dan menentukan arah yang jelas bagi organisasi.

"Strong leader itulah leader yang tidak hanya memiliki power, kekuasaan. Kita nanti memiliki kekuasaan, kapolres, kapolda, kajati, kajari, [atau] mungkin menjadi komandan di TNI, tapi power is not enough," tuturnya.