NADIKABAR.COM — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran Rp100,1 triliun untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Tito mengatakan anggaran tersebut dialokasikan untuk pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi selama tiga tahun berdasarkan rencana induk yang telah disusun pemerintah.
"Bapak Presiden sudah mengeluarkan direktif dalam bentuk jumlah anggaran yang diajukan berdasarkan reninduk tersebut, yaitu Rp100,1 triliun untuk tiga tahun," kata Tito dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi disusun oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dengan menghimpun usulan program dan kegiatan dari kementerian/lembaga serta pemerintah daerah di tiga provinsi terdampak.
Rencana induk tersebut kemudian dibahas bersama DPR sebelum diajukan kepada Presiden untuk mendapatkan arahan terkait kebutuhan anggaran.
Tito mengatakan pemerintah juga telah memberikan dukungan anggaran langsung kepada pemerintah daerah terdampak melalui belanja tidak terduga.
Bantuan tersebut diberikan kepada provinsi sekitar Rp20 miliar dan kabupaten/kota sekitar Rp4 miliar, dengan total sekitar Rp268 miliar.
Selain itu, pemerintah memberikan tambahan transfer keuangan daerah sebesar Rp10,6 triliun kepada pemerintah daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada Februari 2026.
Dukungan tambahan kembali diberikan pada 5 Agustus 2026 dengan total hampir Rp196 miliar untuk membantu daerah mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi.
Di tingkat kementerian/lembaga, Tito mengatakan Menteri Keuangan telah menyetujui anggaran untuk 25 kementerian/lembaga dengan total sekitar Rp38,5 triliun.
"Dan Menteri Keuangan sudah menyetujui 25 kementerian/lembaga, totalnya lebih kurang Rp38,5 triliun," ujarnya.
Tito mengatakan pemerintah selanjutnya akan memastikan program rehabilitasi dan rekonstruksi dari kementerian/lembaga tersinkronisasi dengan pemerintah daerah.
Menurut dia, kementerian/lembaga yang telah menerima anggaran akan menyampaikan program kegiatan yang dikerjakan kepada pemerintah daerah terdampak secara berkala.
Ia mengatakan penyampaian perkembangan tersebut dilakukan setiap Rabu sebagai bagian dari upaya memastikan pemerintah daerah mengetahui program yang dilaksanakan kementerian/lembaga di wilayahnya.
Tito menambahkan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra mencakup berbagai sektor, mulai dari pendidikan, infrastruktur jalan dan jembatan, kesehatan, pertanian hingga perikanan.