"Inilah pemersatu kita. Museum ini dan monumen ini akan menjadi pemersatu kita," tegasnya.

Ia menilai pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan sejarah bahasa Indonesia kepada generasi muda. Terlebih, Pulau Penyengat memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan bahasa Melayu, termasuk melalui karya Raja Ali Haji.

"Kita mencari semua jejak-jejaknya itu. Inisiatif Bapak Gubernur, jujur saja, saya sangat mengapresiasi. Dengan adanya museum ini, dan juga Monumen Bahasa Nasional ini, di sinilah kita bisa mencari jejak yang sebenarnya, yang dipatrikan secara sistematis bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, dan jejaknya itu semua terkumpul dalam museum ini," ujarnya.

Ia berharap, pembangunan tersebut dapat terus dilanjutkan dan dirawat oleh para pemimpin berikutnya. Menurutnya, keberlanjutan menjadi penting agar fasilitas yang dibangun tidak berhenti pada tahap pembangunan fisik, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain itu, pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional diharapkan dapat semakin memperkenalkan Pulau Penyengat, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga secara nasional hingga mancanegara. Ia menilai keberadaan fasilitas tersebut dapat memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai bagian penting dari sejarah bahasa dan kebudayaan Indonesia.