Tito menuturkan anggaran Rp 9 triliun yang belum terserap itu berkaitan dengan sektor pendidikan, perikanan, dan pertanian.

"Ya, sangat detail, terutama paling banyak adalah di Kemendikdasmen. Kemendikdasmen mengajukan Rp 4 triliun lebih, yang di-approve lebih kurang Rp 1,5 atau Rp 1,6 triliun. Tapi semua dikerjakan untuk Rp 1,6 tadi ya. Dan itulah tadi rata-rata sudah kembali ke sekolah semula, tapi ada yang masih sekolah darurat 99, kira-kira itu. Yang kedua adalah di pertambakan, sawah, perikanan. KKP mengajukan Rp 1,5 triliun, tapi yang baru di-approve Rp 113 miliar," tuturnya.

" Yang lain yang saya lihat cukup besar adalah di Kementerian Pertanian. Kementerian Pertanian itu Rp 2,6 triliun kalau saya enggak salah triliun, di-approve lebih kurang 1,1 triliun. Nah, ini ada 1,5 triliun lagi. Nah, terutama untuk yang sawah-sawah rusak berat, rusak ringan sedang sudah tersentuh, tinggal rusak beratnya ini. Tapi kalau diluncurkan anggarannya, rusak beratnya ini akan tersentuh semua," sambungnya.

Tito menyampaikan Presiden Prabowo Subianto juga menambahkan lagi anggaran Rp 1,4 triliun pada Agustus lalu. Dia mengatakan anggaran yang digelontorkan diberikan kepada 23 Kementerian/Lembaga utama dan 10 Kementerian/Lembaga pendukung.