Pemenang bukan diambil dari yang tercepat mencapai daratan, melainkan dilihat dari jarak terbang paling jauh yang bisa ditempuh ayam dari lokasi diterbangkan hingga mendarat di pantai.

Jenis ayam yang dilombakan harus ayam kampung, tidak boleh menggunakan ayam hutan. Sebelum mengikuti perlombaan ini, kontestan ayam dipastikan telah terlatih, sehat, dan memiliki stamina yang kuat.

Tradisi unik itu dikenal sebagai Ayam Sap-Sap atau ayam terbang. Keseruan lomba Ayam Sap-Sap juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke Situbondo pada akhir Agustus.

Tradisi itu digelar secara rutin setiap tahun dengan tujuan melestarikan tradisi lama dari generasi ke generasi.