"Ini bagian dari PLN Group untuk melibatkan partisipasi dari masyarakat sekitar untuk mengolah yang sebelumnya limbah pertanian, limbah industri, ada serbuk gergaji, ada jerami, ada bongkol jagung, ada cangkang sawit. Nah ini kita ubah, kita campurkan bahan ini dengan batu bara," katanya.

Rakhmad mengatakan, PLN Group sudah menyerap 2,4 juta ton biomassa sebagai bahan bakar campuran batu bara pada 2026. Hasilnya, kata dia, perusahaan sudah mengurangi emisi CO2 sebesar 2,4 juta ton.

"Jadi ini untuk bagian dari emisi, tahun ini PLN 2,4 juta ton bahan bakar batu bara itu digantikan dengan biomassa. Artinya kita sudah mengurangi emisi 2,4 juta ton emisi CO2. Juga ini sebagai pengembangan ekonomi untuk kolaborasi kita dalam mendukung perekonomian sekitar," tuturnya.