"Untuk NTT sedang kita petakan. Tim sedang melakukan verifikasi lapangan untuk melihat mana yang rusak ringan, sedang, hingga berat. Kita tidak ingin salah sasaran, data harus akurat sebelum anggaran tahap berikutnya turun," ungkapnya.

Dalam proses revitalisasi ini, Yandri menyebut pentingnya kolaborasi lintas kementerian. Ia tidak ingin ada tumpang tindih anggaran atau pengerjaan proyek di lokasi yang sama.

"Kita bagi tugas. Kementerian PUPR urus infrastruktur besar dan rumah, Kemensos urus logistik dan santunan, nah Kemendes fokus pada fasilitas publik desanya. Prinsipnya konstruktif dan tidak boleh tumpang tindih," pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 29 desa di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) hilang akibat bencana banjir dan longsor. Yandri mengatakan sejumlah desa bahkan berubah menjadi alur sungai setelah terdampak bencana.

Berdasarkan data per 12 Januari 2026, Yandri mengatakan sebanyak 29 desa di enam kabupaten/kota kehilangan wilayahnya akibat bencana. Rinciannya, 21 desa berada di Aceh dan delapan desa di Sumatera Utara.