NADIKABAR.COM — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, berkomitmen menekan angka stunting dengan menyelesaikan akar masalah dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, kebijakan penanganan stunting tidak seharusnya dilakukan secara parsial, tetapi harus dirancang secara komprehensif dengan memperhatikan berbagai aspek, penyebab, dan pihak yang terlibat dalam permasalahan stunting, seperti sektor ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.

"Kami di Kemendes melihat stunting bukan sekadar kurang gizi tapi ada di balik itu yang perlu kami tuntaskan. Untuk penurunan stunting harus dimulai dari hulunya di antaranya sektor kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan," ujar Yandri Susanto dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2026).

Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Rakor Monev) Pusat dan Daerah Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Desa Wilayah Provinsi Banten, di Pendopo Gubernur Banten pada Selasa (3/11).

"Kalau ada aktivitas ekonomi di desa, kemudian orang bisa bekerja, kemudian bisa mendatangkan pendapatan, maka kemiskinan bisa ditekan, kalau kemiskinan bisa ditekan insyaallah stunting bisa kita tekan," katanya.