Dengan demikian, lanjutnya, pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar diharapkan dapat mendorong rasa ingin tahu murid sekaligus membentuk kebiasaan positif dalam menjaga lingkungan.

Pada kesempatan itu, ia pun menekankan pentingnya pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas pendidikan agar sarana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan untuk menunjang pembelajaran.

Di Provinsi Jawa Tengah, Mu’ti menjelaskan program revitalisasi satuan pendidikan pada tahu 2025 menjangkau 1.783 sekolah dengan anggaran Rp1,475 triliun dan menyerap 23.430 tenaga kerja.

Sementara itu pada 2026, pihaknya mencatat sebanyak 5.443 sekolah di provinsi tersebut telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan nilai Rp4,169 triliun.