NADIKABAR.COM — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan pengawas sekolah berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui supervisi dan pendampingan terhadap guru serta kepala sekolah.

“Pengawas memiliki tugas yaitu melaksanakan supervisi pendidikan,” kata Mendikdasmen Mu'ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta Pusat pada Selasa.

Ia mengatakan pengawas sekolah perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu memastikan berbagai kebijakan pendidikan diterapkan secara efektif dan memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.

Menurut dia, pengembangan kompetensi pengawas menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi kebijakan pendidikan, termasuk pembelajaran mendalam (deep learning) serta pengenalan koding dan kecerdasan artifisial (KA).

“Oleh karena itu, kita berusaha mengejar itu dengan melatih para guru dan tentu saja juga melatih para kepala sekolah dan pada waktunya nanti juga melatih para pengawas,” ujarnya.

Mu'ti menjelaskan pembelajaran mendalam mendorong perubahan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan dan keterampilan, namun juga pembentukan nilai serta pengembangan kemampuan murid.

Dalam penerapannya, pengawas sekolah diharapkan dapat mendampingi guru dan kepala sekolah agar proses pembelajaran berlangsung lebih bermakna serta sesuai dengan kebutuhan murid.

Ia juga menjelaskan koding dan KA diperkenalkan sebagai mata pelajaran pilihan mulai kelas V sekolah dasar hingga jenjang pendidikan menengah.

Guna mendukung penerapan kebijakan tersebut, Mu'ti menambahkan kesiapan guru dan sekolah perlu diperkuat melalui peningkatan kompetensi serta pemanfaatan teknologi secara tepat.

Menurut dia, penggunaan KA dalam pembelajaran juga perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan pemahaman etika agar teknologi dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

Selain peningkatan kualitas pembelajaran, ia pun menekankan pentingnya peran pengawas dalam mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi murid.

Ia menilai sekolah harus menjadi ruang bagi murid untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensi tanpa rasa takut. Karena itu, pencegahan perundungan dan kekerasan serta penguatan layanan bimbingan dan konseling perlu menjadi perhatian bersama.

“Kita ingin bangun relasi itu. Sehingga dengan budaya sekolah yang aman dan nyaman itu, kita ingin menjadikan sekolah sebagai rumah bagi anak-anak kita,” ujar Mu'ti.

Lebih lanjut, ia juga meminta pengawas memastikan pelaksanaan berbagai program pendidikan di satuan pendidikan berjalan dengan baik, termasuk pemanfaatan papan interaktif digital (interactive flat panel/IFP) dan kegiatan Pagi Ceria.

Mu'ti menjelaskan kegiatan Pagi Ceria mencakup Senam Anak Indonesia Hebat, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan berdoa bersama sebagai upaya membangun kebiasaan positif di lingkungan sekolah.

“Berbagai kebijakan harus terlaksana. Terutama memang yang menyangkut berbagai macam yang berkaitan dengan peningkatan mutu. Nah, pengawas sekolah harus jadi pengawas yang hadir,” tegasnya.

Pihaknya berharap pengawas sekolah dapat menjalankan fungsi supervisi secara optimal dan menjadi mitra strategis bagi guru serta kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Melalui penguatan peran tersebut, Kemendikdasmen berharap pengawas turut memastikan implementasi kebijakan pendidikan berjalan efektif untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.