NADIKABAR.COM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan di Provinsi Bali tidak hanya memperbaiki kualitas layanan pendidikan, namun juga meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan peningkatan program revitalisasi di Bali menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki kualitas sarana pendidikan di berbagai daerah.
“Tahun 2025 terdapat 188 sekolah, kemudian pada 2026 ada peningkatan yang sangat signifikan untuk revitalisasi di Provinsi Bali. Untuk satuan pendidikan secara keseluruhan ada 401 sekolah,” ujar Mendikdasmen Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta Pusat pada Jumat.
Mu’ti mengatakan pelaksanaan revitalisasi juga memberikan dampak terhadap masyarakat di daerah melalui penyerapan tenaga kerja.
“Ini menunjukkan bahwa revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya berdampak pada peningkatan satuan pendidikan, tapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja di daerah,” katanya.
Sementara itu, perubahan tersebut salah satunya dirasakan oleh guru SD Negeri 15 Dangin Puri, Ni Gusti Ayu Trisna Dewi yang mengatakan revitalisasi membawa perubahan nyata bagi sekolah tempatnya mengajar sejak 2019 dan baru mendapatkan program revitalisasi pada 2026.
Trisna menjelaskan sebelum direvitalisasi salah satu ruang kelas di lantai tiga pernah roboh akibat kondisi bangunan yang terdampak hujan dan angin.
“Sebelum direvitalisasi, kebetulan di lantai tiga ada kelas yang roboh pada saat itu. Kebetulan mungkin hujan angin, jadi mungkin rembes dari atas, jadi roboh kelasnya,” ujarnya.
Nantinya setelah revitalisasi selesai semua, kondisi ruang kelas dan toilet tersebut menjadi lebih baik.
Ruang belajar juga terlihat lebih rapi dan bersih sehingga mendukung kenyamanan murid selama mengikuti pembelajaran.
Menurut Trisna, perubahan lingkungan belajar turut memengaruhi semangat murid. Mereka bahkan berinisiatif menghias kelas dengan hasil karya sendiri.
“Dampaknya justru pastinya untuk proses belajar-mengajar akan lebih bagus. Kelihatan kelasnya juga lebih bagus, lebih rapi. Anak-anak juga lebih semangat buat belajar, karena lingkungannya, tempat dia untuk proses belajar-mengajarnya jauh lebih rapi, lebih bersih,” katanya.