Salah satu proyek yang dikembangkan murid kelas X bernama Daffa Lingga Pratama bersama kelompoknya adalah Smart Perimeter: Explore, Detect, Protect yang mengangkat persoalan keamanan di perbatasan laut Indonesia dan Singapura.

Proyek tersebut mengintegrasikan Pendidikan Pancasila, Fisika, Informatika, dan coding melalui pembuatan prototipe yang mampu mendeteksi objek yang mendekat dan memberikan peringatan berupa lampu serta bunyi buzzer.

“Tujuan kami membuat proyek ini untuk membantu di daerah perbatasan. Jadi jika ada objek yang mendekat, maka akan muncul suara dan lampunya akan menyala sebagai bentuk bahaya,” kata Daffa.

Murid lainnya yang bernama Danesh Chayra mengatakan pembelajaran di SNT turut mendukung cita-citanya menjadi ahli keamanan siber melalui kegiatan ekstrakurikuler coding, mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), serta ekstrakurikuler komputer.

Melalui pendekatan STEAMS, Danesh juga berkesempatan mengembangkan proyek pengolahan buah pala dengan memanfaatkan potensi daerah Bogor. Kegiatan tersebut memberinya pengalaman menghubungkan materi pembelajaran dengan persoalan dan potensi di lingkungan sekitar.

“Buat saya pendekatan ini membuat belajar menjadi lebih seru karena tidak terus menggunakan buku cetak. Banyak aktivitas di luar kelas, kita membuat proyek sekaligus meneliti hal-hal menarik,” ujarnya.