"Ini menunjukkan bahwa revitalisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu satuan pendidikan, tapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja di daerah," ujar Mendikdasmen.
Adapun jumlah tenaga kerja yang terserap di Provinsi Bali melonjak dari 2.649 orang pada tahun 2025 menjadi 5.580 orang pada tahun 2026.
Terkait teknis penyaluran dana, besaran alokasi per sekolah tidak memiliki batas maksimal baku melainkan disesuaikan sepenuhnya dengan tingkat kebutuhan di lapangan.
"Jadi ada, misalnya sekolah yang mendapatkan bantuan lebih besar, karena pendirian unit sekolah baru," ucapnya.
Kemendikdasmen memprioritaskan penyaluran dana revitalisasi pada tahun 2026 bagi sekolah-sekolah yang terdampak bencana, berada di daerah 3T, serta mengalami kerusakan berat.
Atas bantuan program revitalisasi sekolah ini, Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menyambut baik serta menyampaikan apresiasi tinggi atas kucuran dana yang diberikan pemerintah pusat untuk dunia pendidikan di Kota Denpasar.
"Nah, tentu ini juga sangat membantu kami di Kota Denpasar, apalagi di tahun 2026 totalnya mencapai Rp18 miliar, ada peningkatan yang sangat signifikan," ujarnya.
Di SDN 15 Dangin Puri yang sedang dikunjungi, pemerintah menyalurkan bantuan Rp478 juta, dimana dana tersebut bisa untuk membangun empat ruang kelas dan penataan halaman serta kamar mandi.