Presiden, lanjut dia, menggarisbawahi bahwa ketahanan energi merupakan fondasi kedua terpenting bagi kemajuan bangsa setelah sektor ketahanan pangan. Terlebih, belakangan ini konflik internasional sedang memanas yang salah satunya dipicu oleh energi.

"Yang jadi permasalahan kita kemudian adalah energi, harga energi yang sangat besar. Kita masih impor total gasolin, solar sedikit yang harusnya hilang tahun ini, ditambah LPG," ujarnya.

Untuk merealisasikan transformasi sistemik tersebut, Kemdiktisaintek sangat mengapresiasi peran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang proaktif memfasilitasi berbagai penelitian aplikatif di perguruan tinggi.