Ia juga mengingatkan bahwa setiap perguruan tinggi memiliki karakter, kapasitas, dan potensi yang berbeda. Oleh karena itu, transformasi institusi perlu berangkat dari pemahaman terhadap kekuatan masing-masing, bukan sekadar meniru strategi perguruan tinggi lain.

Menurut Brian, pengembangan keunggulan institusi perlu didukung oleh budaya ilmiah yang kuat. Lingkungan akademik harus memberi ruang bagi kegiatan penelitian, pengembangan gagasan, serta pemanfaatan fasilitas keilmuan seperti laboratorium dan perpustakaan.

Selain memperkuat kapasitas internal, perguruan tinggi perlu memperluas kolaborasi agar pengetahuan dan talenta dapat bergerak lintas institusi. Pertukaran pengalaman, keahlian, dan gagasan antarkampus menjadi salah satu cara untuk memperkaya kapasitas riset dan mempercepat pengembangan inovasi.