Karena itu, Brian menekankan pentingnya penguatan hard science dan fundamental science dalam pendidikan tinggi.
Menurut dia, kemampuan tersebut menjadi fondasi bagi talenta muda Indonesia untuk menghadapi perubahan teknologi.
"Pasukan kita, talenta kita, anak-anak muda kita sepintas pintar, sepintas dia pintar, tetapi sebenarnya hanya artificial. Jadi, artificial intelligence ini betul-betul artificial untuk anak-anak muda kita kalau tidak menguasai hard science, kalau tidak menguasai fundamental science," katanya.
Brian juga menekankan peran guru dan perguruan tinggi dalam memastikan perkembangan teknologi tetap diimbangi dengan penguasaan ilmu pengetahuan fundamental.