NADIKABAR.COM — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menekankan potensi pendidikan tinggi Indonesia perlu diimbangi dengan penguatan bidang keilmuan strategis untuk menjawab perkembangan sains, teknologi, dan industri.
Melalui keterangan di Jakarta, Sabtu, Mendiktisaintek memaparkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan tinggi. Pada 2025, tercatat 34.711 program studi, meningkat 2,9 persen, dengan 11,5 juta mahasiswa, 328 ribu dosen, serta 2,78 juta lulusan. Dari jumlah tersebut, bidang pendidikan memiliki 7.045 program studi dengan sekitar 3,13 juta mahasiswa.
Ia menyoroti proporsi mahasiswa pada bidang terkait science, technology, engineering, and mathematics (STEM), yang meliputi teknik, kesehatan, pertanian, serta matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA), yang masih sekitar 28 persen.
"Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan komputasi kuantum, penguatan sains fundamental menjadi semakin penting. Perguruan tinggi perlu memperkuat fondasi keilmuan untuk mendorong inovasi dan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi serta berdaya saing di era perkembangan teknologi," katanya.
Mendiktisaintek menekankan bahwa penguatan sains fundamental semakin penting di tengah perkembangan kecerdasan buatan dan komputasi kuantum.
Pengembangan ilmu pengetahuan, menurutnya, perlu berorientasi pada penguatan keilmuan, kualitas lulusan, dan dampak bagi masyarakat, bukan terhambat oleh sekat administratif program studi.