NADIKABAR.COM — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yulianto meminta Satuan Pengawas Internal (SPI) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia untuk memperkuat pengawasan demi mencegah penyimpangan di kampus.
"SPI kita harapkan terus memperkuat fungsi pencegahan terhadap risiko kecurangan, konflik kepentingan, gratifikasi, dan bentuk penyimpangan lainnya," ujar dia dalam sambutan pembukaan Forum SPI PTN se-Indonesia melalui video disaksikan di Makassar, Selasa.
Ia menjelaskan SPI PTN se-Indonesia jangan hanya bertindak sebagai pemeriksa saat terjadi masalah, melainkan menjadi mitra pimpinan perguruan tinggi untuk mengenali risiko sejak awal.
Selanjutnya memberikan masukan demi tata kelola yang tertib, terbuka, akuntabel, dan berintegritas.
"Pengawasan harus menghasilkan perbaikan nyata dengan proses kerja lebih tertib, penurunan risiko, penggunaan sumber daya tepat sasaran, dan peningkatan layanan melalui tindak lanjut atas temuan pengawasan," ujarnya dalam kegiatan di Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM) itu.
Dalam memperkuat peran SPI, ia mengaku perlu penguatan hubungan antara SPI dan Inspektorat Jenderal, serta dukungan pimpinan perguruan tinggi terhadap kelembagaan SPI, sumber daya manusia (SDM), anggaran, akses data, dan kejelasan wewenang.
Dirinya menyampaikan forum ini strategis sebagai wadah saling belajar, menyusun pendekatan pengawasan yang lebih baik, serta menjadi jembatan komunikasi antar-pemangku kepentingan demi membantu perguruan tinggi menjalankan amanah dengan lebih baik.
"Terima kasih kepada Universitas Negeri Makassar (UNM) selaku tuan rumah serta mengapresiasi Forum SPI PTN se-Indonesia atas penyelenggaraan pertemuan ini," ujarnya.
Ketua Forum SPI PTN se-Indonesia Jamaluddin mengatakan kegiatan ini diikuti 278 peserta yang berasal dari 95 PTN di Indonesia.
"Forum ini jangan dianggap sebagai kegiatan seremonial tapi bagaimana kita jadikan forum ini sebagai laboratorium bersama untuk melahirkan solusi. Kita berbagi pengalaman, kita berbagi praktik yang baik, dan menyamakan persepsi terkait dengan bagaimana kita membangun SPI PTN," ujarnya.