Sementara, ahli dari Nottingham University, Bagus Muljadi memaparkan pengembangan model untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan gambut terhadap kebakaran dengan memanfaatkan sejumlah variabel, antara lain suhu udara, kelembaban, tinggi muka air, dan curah hujan.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk mendukung deteksi dini dan pemantauan kondisi gambut.

Melalui diskusi ini, Kemdiktisaintek mendorong pemanfaatan hasil riset dan data sebagai pijakan untuk memperkuat pengelolaan, pencegahan, dan mitigasi kebakaran lahan gambut secara lebih terintegrasi.