NADIKABAR.COM — Upaya untuk memperbaiki keadaan negara harus terlebih dahulu dimulai dari tingkat keluarga, demikian disampaikan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji.

"Kalau mau memperbaiki negara, perbaiki keluarga. Caranya gimana? Keluarganya sehat," kata Wihaji saat sambutan dalam Kongres Nasional Ke-16 Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat.

Keluarga, lanjutnya, adalah unit yang paling kecil dalam tatanan negara. Untuk itu, dia menjelaskan bahwa kementeriannya bertugas untuk mengawal kondisi-kondisi keluarga di Indonesia supaya bisa lebih baik.

Menurut dia, hal yang perlu dikawal di tingkat keluarga mulai dari memastikan kesehatan calon pengantin, kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, hingga memastikan kesehatan balita dalam 1.000 hari pertama kehidupan.

Wihaji menjelaskan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga juga bertugas untuk memperbaiki pola perilaku keluarga dan menggerakkan ke arah yang lebih baik dan sehat.

"Kami pastikan balitanya sehat, remajanya sehat, lansianya luar biasa sehat," katanya.

Terkait tujuan itu, Kemendukbangga mengajak IAKMI untuk bekerja sama guna membuat program bersama di berbagai daerah.

"Kami buat MoU (nota kesepahaman), kami buat PKS (program kerja sama). Nanti semua ikatan ahli kesehatan kerja sama dengan kami, buat program bersama," kata dia.

Sementara, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari mengatakan pembangunan kesehatan perlu melibatkan berbagai sektor, baik kebijakan di bidang pendidikan, pangan, lingkungan, ketenagakerjaan, dan perlindungan sosial.

Menurut dia, pembangunan-pembangunan di daerah juga harus saling mendukung untuk bisa menciptakan masyarakat yang lebih sehat.

"Kesehatan masyarakat harus bisa ditempatkan bukan hanya sebagai pelengkap pembangunan, melainkan sebagai salah satu fondasi utama di dalam pembangunan nasional," kata Putih dalam kesempatan yang sama.