Wihaji menegaskan, menyelamatkan satu orang sama dengan menyelamatkan satu generasi, yang salah satunya dilakukan melalui Program Genting dengan sinergi bersama berbagai pihak, mengingat masih ada sekitar 8,6 juta KRS yang perlu diintervensi melalui pemenuhan gizi, perbaikan sanitasi, hingga edukasi tentang kesehatan reproduksi.

Untuk menjangkau para KRS, Kemendukbangga/BKKBN terus melibatkan tim pendamping keluarga (TPK) yang lebih memahami terkait kondisi demografi, geografi, hingga psikologis para keluarga di wilayah sekitarnya.

"Ada beberapa program yang nanti kita sinergikan, baik nanti yang melanjutkan adalah orang tua asuh, maupun ada program lain yang nanti kita sampaikan kepada pihak yang terkait, tetapi, kita pastikan setelah kita bangun rumah, anaknya tetap bisa melanjutkan sekolah," ucap Wihaji.