Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Kementerian Ekraf membuka peluang kolaborasi melalui sejumlah program unggulan (flagship), antara lain Aktivasi Desa Kreatif, Creative Hub, dan Creative by Indonesia.

Program-program tersebut dapat mendukung pengembangan talenta lokal, memperluas jejaring pelaku ekonomi kreatif, serta membuka akses pasar bagi produk kreatif daerah agar memiliki nilai tambah dan daya saing.

"Nanti ada dua yang bisa kita intervensi, baik itu pengembangan talenta maupun brand-nya terkait akses pasar," katanya menjelaskan.

Ketua Baleg DPRK Pidie Jaya Nazarudin Ismail mengungkapkan bahwa daerahnya memiliki beragam potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan, mulai dari fesyen hingga kuliner. Sejumlah produk lokal, seperti Batik Kakao dan sepatu kulit, menjadi potensi yang dapat ditingkatkan melalui penguatan kapasitas pelaku usaha dan perluasan akses pasar.