Melalui acara ini, Kemenekraf dan Kemnaker turut mendorong ekosistem digital semakin besar, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan teknisi di berbagai daerah atau menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tapi juga bertujuan untuk mengisi kebutuhan reparasi ponsel di regional bahkan global dari talenta-talenta Indonesia.
"Karena itu, CGC Indonesia 2026 diharapkan menjadi ruang bertemunya talenta, industri, komunitas, dan pemerintah untuk memperluas peluang kolaborasi di sektor digital," tambah Riefky.
Sebelumnya, Indonesia mencatat prestasi sebagai juara dunia kategori tim pada CGC 2025.
Pada penyelenggaraan tahun ini, kompetisi mencakup keterampilan reparasi perangkat seperti CPU iPhone, CPU Android, dan glass repair pada tingkat nasional, serta reparasi perangkat pada tingkat Asia.