Rangkaian kegiatan tersebut dirancang melalui konsep β€œ200 Voices – 200 Letters – 28 Selected Ideas – 1 Book – 3 First Actions”. Para pemuda, profesional, akademisi dan kreator akan didorong untuk berdialog, menuangkan gagasan, serta mengembangkan gagasan tersebut menjadi karya dan aksi nyata.

Riefky mengatakan kolaborasi tersebut juga dapat dikaitkan dengan penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan berlangsung di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026 dengan tema Inclusively Creative: Collective Continuity.

β€œKarena kegiatan The Legacy Relay 2026 bersamaan dengan penyelenggaraan WCCE 2026, kita dapat mengomunikasikannya lebih lanjut untuk melihat peluang kolaborasi dengan kegiatan WCCE,” katanya.

Ketua Pengurus Yayasan Kartini Heritage Center Joddy Mulyasetya Putra mengapresiasi peluang kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif. Menurut dia, dukungan terhadap ekonomi kreatif diperlukan untuk mendorong berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kemandirian ekonomi.

β€œKami sangat mengapresiasi Bapak Menteri yang melihat potensi yayasan kami serta memberikan wadah dan peluang kesempatan berkolaborasi untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Kami berharap ekonomi kreatif bisa terus mendukung kami karena ke depan banyak sekali kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kemandirian ekonomi,” ujar Joddy.