NADIKABAR.COM β€” Lebih dari 140 tahun lalu, membangun jalur kereta api melintasi pegunungan Indonesia merupakan pekerjaan yang penuh tantangan. Perbukitan harus ditembus, batuan digali, dan arah pengerjaan dihitung dengan cermat agar jalur dapat terhubung. Pada masa ketika teknologi konstruksi masih sangat berbeda dengan sekarang, pekerjaan tersebut melibatkan keterampilan teknik, tenaga manusia, dan proses pembangunan yang panjang.

Sejarah itu dapat ditelusuri melalui 10 terowongan kereta api tertua di Indonesia, yang pembangunannya berlangsung sejak akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Terowongan-terowongan tersebut tersebar di Jawa dan Sumatera, dengan fungsi historis yang berkaitan dengan pengangkutan hasil pertanian, kegiatan pertambangan, perdagangan, hingga perjalanan masyarakat.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) Anne Purba mengatakan peninggalan terowongan memiliki nilai sejarah yang menarik untuk dikenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda. Di balik konstruksinya terdapat cerita tentang perkembangan teknologi dunia, tantangan geografis Indonesia, serta kehidupan manusia pada masa pembangunannya.

β€œKalau sekarang kita melihat kereta api melewati terowongan, mungkin yang terpikir hanya jalur yang menembus bukit. Padahal, lebih dari satu abad lalu, membangun terowongan membutuhkan proses yang sangat panjang. Ada perhitungan teknik, penggalian batuan, dan pekerjaan yang harus dilakukan dalam kondisi geografis yang sulit. Sejarah tersebut menarik untuk dipelajari karena memperlihatkan perkembangan pengetahuan dan teknologi pada zamannya,” ujar Anne.

Berdasarkan penelusuran sejarah pembangunan jaringan perkeretaapian, berikut 10 terowongan kereta api tertua di Indonesia beserta kisahnya:

1. Terowongan Lampegan – Jawa Barat (1879–1882)

Berada di kawasan Cianjur dengan panjang historis sekitar 686 meter, Lampegan dikenal sebagai terowongan kereta api tertua di Indonesia. Pembangunannya menjadi bagian dari pengembangan jaringan rel menuju wilayah Priangan yang memiliki kondisi perbukitan dan kebutuhan pengangkutan hasil perkebunan.

2. Terowongan Ijo Lama – Jawa Tengah (1885–1886)

Terowongan sepanjang sekitar 580 meter ini berada di kawasan Kebumen. Pembangunannya menjadi bagian dari pengembangan jaringan kereta api di selatan Jawa yang harus melewati perbukitan sebelum menghubungkan berbagai pusat kegiatan ekonomi dan permukiman.

3. Terowongan Lembah Anai I – Sumatera Barat (1890–1891)

Memiliki panjang historis sekitar 100 meter, terowongan ini berada pada kawasan jalur pegunungan Lembah Anai. Kehadirannya berkaitan dengan pengembangan transportasi yang menghubungkan kawasan pedalaman Minangkabau dengan wilayah pesisir.