Dalam menjalankan tugasnya, Angga berupaya menyelami kebutuhan warga lewat pendekatan humanis. Salah satu kisah berkesan terjadi saat ia mengedukasi seorang petani di sebuah warung desa. Awalnya, petani tersebut ragu berurusan dengan bank dan kerap menggadaikan sawahnya untuk modal usaha, yang justru menekan pendapatannya. Namun, setelah mendapat edukasi dan difasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Angga, lahan garapan sang petani kini bertambah luas dan ia tak perlu lagi menggadaikan sawahnya.
“Di sini saya sangat dihargai, di jalan saat saya naik motor banyak yang menyapa dan terkenal seperti artis kecamatan, selalu disambut seperti keluarga, dan yang pasti sukanya itu saat saya sendiri menjadi saksi ketika usaha nasabah saya berkembang dan maju menjadi lebih baik dibanding sebelumnya.” cerita Angga.
Selain menyalurkan pembiayaan, Angga juga merangkul nasabah potensial menjadi BRILink Agen agar warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh menuju unit kerja BRI terdekat. Edukasi transaksi digital melalui aplikasi BRImo terus digencarkan. Selain harus menembus wilayah tanpa sinyal seluler, Angga mengandalkan motor trail, memilih rute yang lebih aman, serta berangkat lebih awal guna mengantisipasi jalur terjal yang licin saat musim hujan.