"Karena kebetulan di ITB ada Jurusan Geologi, ada kelompok keahlian yang ngumpul beberapa peneliti melakukan penelitian terkait dengan Stegodon, terus terkait dengan lukisan Gua Sangkulirang, itu teman-teman dari Geologi yang melakukan penelitian, termasuk memetakan sebaran seni purbakala cadasnya," terangnya.

Tak hanya itu, di museum ini ada rak kaca raksasa yang di dalamnya berisi barang elektronik, peralatan ujian, alat peraga dan praktik yang dulunya digunakan mahasiswa, dosen bahkan rektor ITB. Sebelumnya barang-barang itu sempat tercecer lalu kembali lagi ke ITB dan disimpan di rak kaca itu.

Barang-barang jadul itu di antaranya, komputer, monitor, mesin uap, alat ukur, hiasan meja, bahkan ada fosil kerang laut yang berukuran besar.

Menariknya, pengunjung yang ingin mengetahui asal-usul barang tersebut, disimpan layar interaktif, di mana saat kita arahkan layar ke salah satu barang, nantinya akan ada cerita sejarah barang tersebut.

"Perjalanan mengumpulkan barang ini lama. Perjalanan mengumpulkan, meminta, kita berkirim surat, menanyakan barangkali ada yang ini. Akhirnya kan tadi, sebelum ini dirilis sebenarnya kan ada soft launching dulu. Soft launching itu kan barang-barang, dokumen, artefak dan lain-lain yang dimiliki oleh program studi, fakultas/sekolah, koleksi pribadi, ada yang disimpan di sini. Tapi setelahnya kan ada yang ditarik kembali, ada yang disumbangkan, dan seterusnya," jelasnya.

Meski barang-barang itu merupakan barang lama, Usep memastikan dokumen barang-barang tersebut masih lengkap. Tidak jauh dari rak kaca berisi barang-barang jadul, ada lagi layar interaktif besar yang di mana spot tersebut menjadi spot favorit anak-anak.

Di layar itu ditampilkan kehidupan tumbuhan dan hewan-hewan. Jika kita datang di pagi hari, suasana di layar akan seperti suasana siang di hutan, namun saat datang menjelang sore suasana hutan menjadi malam dan pada saat malam, hewan dan tumbuhan di hutan sangat aktif.

Menariknya, di layar yang sudah disediakan kita bisa memilih karakter hewan yang dipilih, misal kita pilih harimau dan diberi nama sama dengan nama kita, maka dalam waktu beberapa detik bakal ada harimau sesuai dengan nama kita.

"layar interaktif ini paling disukai oleh anak-anak," kata Usep.

Selain itu, di sini ada juga replika instalasi penjernih air buatan ITB yang disalurkan untuk wilayah bencana alam, hingga kaki palsu yang dapat digunakan saat bersila dan salat yang salah satu penggagasnya adalah Rektor ITB saat ini Prof Tatacipta Dirgantara.

Dari zona 2, NadiKabar diajak ke zona 3, di mana di zona itu notabene berisi foto-foto sejarah, perjalanan ITB dari masa ke masa.

"Jadi ini terkait dengan kegiatan wisuda, kegiatan pada saat reformasi. Ini saat reformasi dulu," ujarnya.

Lalu Usep mengajak ke area pojok dan menerangkan bahwa ITB pernah memiliki siaran televisi terbatas yang sejatinya digunakan untuk mendukung kegiatan perkuliahan. Ia menambahkan bahwa upaya tersebut sebenarnya sudah mulai dilakukan oleh ITB sejak tahun 1977 sebagai bagian dari sistem pendidikan.

"TV-TV ini milik TPST dulu kan banyak TV," ucapnya.