NADIKABAR.COM β€” Setiap lembar kain batik keberadaannya tidak terlepas dari perjalanan sosial dan budaya masyarakat di berbagai daerah Indonesia. Namun, ketika zaman berubah turut memengaruhi tradisi batik yang dahulu memiliki masa keemasan dan kini menanti kembali dikenal khalayak luas. Batik telah menjadi bagian dari identitas nasional yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Meski sejumlah jenis batik telah dikenal luas dan masih banyak digunakan, terdapat pula batik yang berjuang untuk hidup di bayang-bayang masa keemasan yang sudah lampau, seperti yang dialami Batik Kudus, Demak dan Banyumas. Tradisi batik dari tiga daerah itu menghadapi pasang surut hingga keberadaannya tidak lagi sepopuler masa lalu.

Berkurangnya regenerasi pembatik, perubahan pola kehidupan masyarakat, perkembangan selera, serta berbagai faktor sosial dan ekonomi turut memengaruhi keberlanjutan tradisi batik tersebut.β€œBatik yang berjuang ini perlu kita perkenalkan lagi, karena mau bagaimanapun batik ini tetap merupakan salah satu dari identitas nasional kita, dengan keindahannya yang tidak kalah menarik untuk mata dan hati,” kata Zahwa kepada NadiKabar di Jakarta. Beragamnya tradisi batik di berbagai daerah dengan setiap lembar kain, motif menyimpan jejak sejarah, kreativitas, serta kehidupan masyarakat pada zamannya. Karena itu, pengenalan kembali menjadi salah satu cara untuk menjaga jejak tersebut tetap hidup.