Pada 2004, para ilmuwan mengusap wajah dan punggung kuda nil untuk mengoleksi 'keringat' mereka. Setelah diteliti, para ilmuwanmenamukan bahwa pigmen ini merupakan senyawa aromatik non-benzenoid dan ternyata bersifat asam. Mereka menamai pigmen merah tersebut sebagaihipposudoric acid dan pigmen oranye sebagainorhipposudoric acid.

Menurut laman Southwestern University, pigmen dalam keringat kuda nil memiliki empat fungsi:

Singkatnya, pigmen ini mampu menyerap sinar UV yang berbahaya serta menghambat pertumbuhan bakteri tertentu. Nah, itulah alasan keringat kuda nil berwarna merah.