Diluncurkan tahun 2021, Bank Ueno sempat disandingkan dengan bank-bank digital lainnya yang bertumbuh pesat, seperti Nubank, Monzo, atau Revolut.
Hingga Juni lalu, Bank Ueno menyatakan menyatakan memiliki tiga juta nasabah dan mengelola dana publik sebesar US$ 850 juta, termasuk dana lembaga negara dan badan yang berkaitan dengan pensiun.
Ekspansi pesat Bank Ueno menjadikannya salah satu kisah sukses finansial paling menonjol di Paraguay. Namun beberapa bulan terakhir, bank ini berada di bawah pengawasan ketat regulator terkait dugaan pemberian pinjaman berlebih kepada perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan para pemegang saham pengendali, Grupo Vazquez.
Bank Sentral Paraguay pun melakukan intervensi setelah menetapkan Bank Ueno melanggar ketentuan minimum solvabilitas -- kemampuan perusahaan membayar utang karena jumlah aktiva melebihi utang tersebut.
Langkah tersebut memicu krisis yang menyebabkan jutaan nasabah untuk sementara waktu tidak dapat mengakses rekening mereka.
- Apa Kaitan Bank Ueno dengan Presiden Paraguay?
Presiden Pena yang seorang ekonom dan terpilih pada tahun 2023 lalu, menghadapi sorotan politik karena keterkaitan bisnis di masa lalu dengan Grup Vazquez. Dia mengakui bahwa dirinya merupakan pemegang saham Grupo Vazquez hingga Maret 2025, saat dia menjual kepemilikan sahamnya.
Bank Ueno menegaskan Presiden Pena tidak pernah memiliki hubungan langsung dengan bank tersebut, baik sebagai pemegang saham maupun investor.
Para anggota parlemen dari kubu oposisi menuduh Presiden Pena terlibat dalam konflik kepentingan, penyalahgunaan dana pensiun, dan upaya menutupi masalah di tingkat institusi. Tuduhan-tuduhan itu berulang kali ditepis oleh sang Presiden Paraguay.
Namun pada Kamis (5/11), otoritas kejaksaan Paraguay mengungkapkan bahwa Presiden Pena termasuk salah satu pihak yang diselidiki terkait kegagalan Bank Ueno, meskipun dia belum dipanggil untuk dimintai keterangan. Pekan ini, kejaksaan juga menerbitkan surat perintah penangkapan untuk delapan pejabat eksekutif Bank Ueno.
- Jutaan Nasabah Marah karena Tak Bisa Akses Rekening
Aksi protes mengguncang Asuncion, ibu kota Paraguay, pada Rabu (4/11) malam, untuk hari kedua berturut-turut.
"Kembalikan uang kami," teriak ratusan nasabah Bank Ueno yang marah, dengan beberapa di antaranya membawa poster yang menuntut pemakzulan Presiden Pena.