NADIKABAR.COM — Di tengah gempuran tren fast fashion yang terus berganti setiap minggu, fenomena thrifting yaitu berburu pakaian atau barang bekas layak pakai justru kian digandrungi. Jika dulu membeli barang bekas sering dikaitkan dengan keterbatasan finansial, kini thrifting telah bergeser menjadi bagian dari gaya hidup yang keren, estetis, dan penuh kesadaran.
Lantas, apa yang membuat banyak orang kini lebih memilih berburu barang thrift dibanding membeli pakaian baru di toko ?
1. Keunikan dan ekspresi gaya one-of-a-kind
Salah satu alasan utama thrifting sangat disukai adalah faktor keunikannya. Saat membeli pakaian di toko fast fashion, kemungkinan besar Anda akan bertemu dengan orang lain yang mengenakan baju dengan model dan warna yang sama persis. Sebaliknya, melalui thrifting, Anda bisa menemukan pakaian vintage, model yang sudah tidak diproduksi lagi (discontinued), hingga pakaian dari era 80-an atau 90-an. Hal ini memungkinkan seseorang mengekspresikan gaya berbusana yang unik dan tidak "pasaran".