Psychology Today juga menjelaskan bahwa cara otak bekerja juga berkaitan dalam memproses emosi dan mengontrol respon tubuh. Otak tidak selalu membedakan respon tubuh terhadap berbagai emosi seperti kesedihan ataupun kebahagiaan. Hipotalamus dan amigdala berperan dalam proses tersebut.

Sistem saraf otonom akan mengatur respon tubuh saat emosi terasa sangat intens. Saraf parasimpatik yang merupakan salah satu bagian saraf otonom akan membuat tubuh menjadi tenang dan merangsang kelenjar air mata melalui neurotransmiter asetilkolin.

Saluran air mata juga terhubung dengan hidung yang membuat keluarnya air di hidung saat menangis. Perasaan bahagia yang mendalam akan membuat seseorang merasa lega dan terharu. Emosi yang intens ini akan mendorong tangisan walaupun sedang tidak sedih.

Melansir dari WebMD, terdapat penelitian yang menemukan empat jenis air mata yang timbul akibat emosi positif dengan pengalaman yang berbeda.