Ketika hujan turun, suasana lingkungan biasanya ikut berubah. Cahaya matahari berkurang, udara terasa lebih sejuk, aktivitas di luar rumah menurun, dan suara kendaraan atau aktivitas manusia kadang tertutup oleh suara air.

Kombinasi berbagai rangsangan tersebut dapat membuat seseorang merasa lebih nyaman berada di dalam ruangan.

Penelitian tentang soundscape juga menunjukkan bahwa suara hujan dapat memengaruhi bagaimana seseorang menilai suatu lingkungan. Dalam sebuah penelitian yang mengamati suara hujan pada lanskap taman, kehadiran suara tersebut berkaitan dengan penilaian yang lebih positif terhadap suasana, termasuk dalam aspek kenyamanan dan rasa menyenangkan.

Jadi, ketika seseorang merasa "adem" saat mendengar hujan, yang bekerja kemungkinan bukan telinga saja. Otak sedang memproses kombinasi suara, suasana, pengalaman, dan konteks lingkungan secara bersamaan.

Mengapa suara hujan kadang bikin ngantuk?

Inilah bagian yang mungkin paling familiar.

Banyak orang merasa lebih mudah mengantuk ketika hujan turun. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah suara hujan membantu mengurangi keberadaan suara-suara lingkungan yang lebih mengganggu.

Suara yang stabil juga dapat membuat lingkungan terdengar lebih konsisten sehingga perhatian tidak terus-menerus tertarik pada suara baru.

Meski begitu, belum tepat jika dikatakan bahwa suara hujan pasti membuat semua orang tidur lebih cepat. Tinjauan ilmiah mengenai stimulasi suara untuk tidur menunjukkan hasil penelitian yang masih beragam. Beberapa studi menemukan manfaat dari white noise atau pink noise, sementara studi lainnya tidak menunjukkan efek yang sama kuat.

Karena itu, kalau ada orang yang langsung mengantuk ketika mendengar hujan sementara orang lain justru merasa biasa saja, keduanya sama-sama wajar.