NADIKABAR.COM — Clayface menjadi karakter terbaru DC Comics yang diadaptasi menjadi live action di bawah DC Universe James Gunn dan Peter Safran.
Clayface juga menjadi salah satu karakter klasik yang patut disorot asal-usulnya. Meski gelar kutukan pernah disandang beberapa karakter, kisah pilu seorang aktor muda bernama Matthew "Matt" Hagen menjadi salah satu evolusi Clayface yang paling tragis.
Hagen pada awalnya hanya seorang aktor pendatang baru asal Gotham City yang memutuskan hijrah ke California demi melarikan diri dari masa lalu kelamnya dan mengejar mimpi di industri film.
Sayangnya, angan-angan untuk menjadi bintang besar itu hancur lebur setelah wajahnya rusak parah akibat serangan brutal dari seorang gangster.
Terdesak keadaan dan hilangnya masa depan, Hagen nekat mendatangi CEO perusahaan bioteknologi, Dr. Caitlyn Corr, untuk menjalani prosedur eksperimental yang untungnya berhasil menyembuhkan cacat di wajahnya.
Namun, prosedur medis tersebut rupanya membawa efek samping jangka panjang yang mengerikan, yakni memutasi tubuh Hagen menjadi metahuman berwujud monster lumpur yang dapat berubah bentuk sesuka hati.
Kondisi ini paradoksal memberinya kekuatan manipulasi wujud yang luar biasa, mulai dari memanjangkan anggota tubuh, membentuk senjata tajam dari lengannya, hingga mengontrol kepadatan wujudnya.