NADIKABAR.COM — Kuda Thoroughbred dikenal sebagai salah satu ras kuda paling populer dalam dunia pacuan. Memiliki tubuh atletis, kaki panjang, dan kemampuan berlari dengan kecepatan tinggi, ras ini menjadi andalan dalam berbagai kompetisi balap kuda di sejumlah negara.

Namun, pengaruh Thoroughbred tidak hanya terlihat di lintasan pacuan internasional. Di Indonesia, ras ini juga berperan penting dalam perkembangan kuda pacu lokal melalui program persilangan dengan kuda asli Nusantara.

Lantas, bagaimana sejarah lahirnya Thoroughbred, seperti apa keturunannya di Indonesia, dan bagaimana perannya dalam perkembangan pacuan kuda nasional?

Thoroughbred berkembang di Inggris sekitar akhir abad ke-17 hingga awal abad ke-18. Ras ini dibentuk melalui program perkawinan selektif untuk menghasilkan kuda yang mampu berlari cepat sekaligus memiliki daya tahan untuk mengikuti perlombaan.

Menurut The Jockey Club di Inggris, sebagian besar garis keturunan Thoroughbred modern dapat ditelusuri ke tiga pejantan yang dikenal sebagai foundation sires, yakni Darley Arabian, Godolphin Arabian, dan Byerley Turk.

Ketiga pejantan tersebut berasal dari kawasan Timur Tengah dan sekitarnya, kemudian dibawa ke Inggris pada akhir abad ke-17 dan awal abad ke-18. Mereka dikawinkan dengan kuda betina lokal Inggris untuk menghasilkan keturunan yang memiliki kombinasi kecepatan, stamina, dan kemampuan atletik.

Dari proses seleksi selama beberapa generasi, terbentuklah ras Thoroughbred yang kemudian menjadi standar utama dalam pacuan kuda modern.

Pencatatan silsilah juga menjadi bagian penting dalam pengembangan ras tersebut. General Stud Book, yang disusun pada akhir abad ke-18, menjadi salah satu fondasi sistem registrasi silsilah Thoroughbred.

Sistem tersebut membantu memastikan identitas dan asal-usul setiap kuda yang terdaftar sebagai Thoroughbred. Karena itu, istilah Thoroughbred bukan sekadar sebutan untuk kuda yang cepat, melainkan nama ras dengan persyaratan silsilah tertentu.

Thoroughbred umumnya memiliki tubuh ramping dan atletis, dada dalam, bahu yang mendukung langkah panjang, serta kaki yang relatif panjang dan kuat. Bentuk tubuh tersebut mendukung kemampuannya berlari cepat di lintasan.

Meski demikian, tidak semua Thoroughbred memiliki penampilan atau kemampuan yang persis sama. Ada kuda yang lebih unggul dalam jarak pendek atau sprint, sedangkan lainnya memiliki stamina untuk berlomba pada jarak menengah hingga jauh.

Kuda ras ini juga membutuhkan latihan, nutrisi, perawatan kesehatan, dan pengelolaan yang sesuai agar dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Dalam pacuan profesional, kecepatan bukan satu-satunya faktor penentu kemenangan. Kondisi fisik, kualitas latihan, strategi joki, karakter kuda, dan kesesuaiannya dengan jarak perlombaan juga berpengaruh terhadap hasil akhir.

Perkembangan Thoroughbred di Indonesia

Pengaruh Thoroughbred di Indonesia berkembang melalui impor kuda pacu dan program persilangan dengan kuda lokal. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berlari kuda Indonesia tanpa mengabaikan kebutuhan adaptasi terhadap lingkungan tropis.