Temuan tersebut memperlihatkan pentingnya program pemuliaan yang terarah, meskipun performa setiap kuda tetap dipengaruhi faktor lain, termasuk latihan, kesehatan, dan karakter individu.
Mengenal kuda pacu yang berlaga di Indonesia saat ini
Dunia pacuan kuda Indonesia tidak hanya diisi oleh Thoroughbred murni. Lintasan nasional juga diramaikan oleh kuda hasil persilangan yang dikembangkan di dalam negeri, dengan kategori perlombaan yang menyesuaikan ketentuan kompetisi.
Dalam pencatatan kuda pacu, kode seperti THB, G3, G4, serta KP dapat digunakan untuk menunjukkan kelompok atau kategori kuda sesuai sistem registrasi yang berlaku. Namun, kode tersebut perlu dibaca berdasarkan aturan resmi penyelenggara dan biro registrasi, bukan semata-mata berdasarkan penampilan fisik kuda.
Kuda Thoroughbred impor dan keturunannya dapat berkompetisi dalam kelas tertentu sesuai ketentuan perlombaan. Sementara itu, KPI dan kelompok kuda hasil persilangan lainnya menjadi bagian penting dalam pembinaan pacuan nasional.
Kehadiran berbagai kelompok kuda tersebut menunjukkan bahwa pacuan Indonesia memiliki karakter tersendiri. Selain mengejar kecepatan, pengembangan kuda pacu juga berkaitan dengan pembibitan lokal, adaptasi terhadap iklim tropis, serta keberlanjutan peternakan kuda di daerah.
Ajang pacuan di berbagai wilayah, termasuk Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Nusa Tenggara, turut menjaga tradisi berkuda sekaligus menjadi ruang bagi pemilik stable, peternak, joki, dan komunitas untuk mengembangkan olahraga ini.
Sistem pencatatan silsilah juga semakin penting dalam perkembangan pacuan modern. Pordasi menyediakan layanan Sertifikat Kuda Indonesia untuk mendata identitas dan garis keturunan kuda, sehingga informasi mengenai asal-usul dan pemuliaannya dapat ditelusuri dengan lebih baik.
Dengan pencatatan yang tertib, pemilik dan peternak dapat mengetahui latar belakang genetik kuda, sedangkan penyelenggara dapat memastikan kesesuaian kuda dengan kategori perlombaan.
Masa depan Thoroughbred dan kuda pacu Indonesia
Keberadaan Thoroughbred memberikan kontribusi penting terhadap peningkatan kualitas kuda pacu Indonesia. Namun, pengembangan ras dan keturunan persilangannya tetap membutuhkan pencatatan silsilah yang akurat, program pemuliaan terarah, serta perawatan yang memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan kuda.
Di sisi lain, pelestarian kuda lokal seperti Sandelwood juga tidak kalah penting. Kuda tersebut merupakan bagian dari kekayaan genetik dan kebudayaan Indonesia yang memiliki karakter adaptasi tersendiri.
Pada akhirnya, Thoroughbred dan Kuda Pacu Indonesia memiliki peran yang saling melengkapi. Thoroughbred menjadi salah satu sumber genetik unggul untuk kecepatan, sedangkan kuda lokal menyumbangkan karakter yang terbentuk melalui adaptasi terhadap lingkungan Nusantara.
Melalui pemuliaan yang bertanggung jawab, pencatatan silsilah yang tertib, dan kompetisi yang berkelanjutan, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan kuda pacu yang kompetitif sekaligus mempertahankan kekayaan rumpun kuda lokalnya, demikian mengutip IPB, BRIN, dan informasi yang dihimpun Antara.