NADIKABAR.COM — Teknologi Left Ventricular Assist Device (LVAD) menjadi salah satu pilihan terapi bagi pasien gagal jantung tahap lanjut yang mengalami penurunan fungsi pompa jantung secara signifikan dan tidak lagi merespons optimal terhadap pengobatan maupun tindakan medis lainnya.
"LVAD ini suatu alat yang digunakan sebagai pompa jantung artificial yang dipasang secara bedah. Tujuannya untuk mengambil alih pompa jantung di sebelah kiri, yaitu bilik kiri, dan kemudian mengalirkan darah menuju ke seluruh tubuh," kata Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dengan subspesialis gagal jantung lanjut sekaligus Koordinator Heart Failure Clinic RS Siloam Kebon Jeruk dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA dalam diskusi di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan LVAD merupakan pompa jantung buatan yang membantu kerja bilik kiri dalam memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga dapat digunakan untuk menopang fungsi jantung pada pasien dengan gagal jantung tahap lanjut.
Sebelum menjalani pemasangan LVAD, pasien harus melalui asesmen secara menyeluruh untuk menentukan kelayakan tindakan.
Adult Cardiothoracic Surgeon Consultant dr. Sugisman, Sp.BTKV, Subsp.JD (K), mengatakan pemeriksaan meliputi kondisi jantung, tekanan di dalam ruang jantung, fungsi paru, ginjal, hati, serta pemeriksaan laboratorium.
"Jadi kita harus melakukan pemeriksaan secara komprehensif untuk melihat kondisi pasien secara keseluruhan, bukan hanya jantungnya saja," ujarnya.
Pemeriksaan penunjang seperti rontgen, CT toraks dan USG abdomen juga dilakukan sebagai bagian dari proses klasifikasi dan stratifikasi pasien sebelum tindakan.
Setelah LVAD dipasang, jantung pasien tetap bekerja berdampingan dengan pompa buatan tersebut sehingga membutuhkan pemantauan secara berkala.
Pemantauan mencakup pengaturan kecepatan alat dan evaluasi kinerja jantung, sekaligus mengantisipasi risiko seperti infeksi dan ketidaksesuaian kerja antara perangkat dengan jantung pasien.
Perawatan jangka panjang juga membutuhkan keterlibatan pasien dan keluarga, termasuk dalam memahami penggunaan perangkat, mengenali kondisi yang perlu segera ditangani, serta menjalani kontrol sesuai jadwal.
Executive Director Siloam Hospitals Group Inge Samadi mengatakan pengembangan layanan LVAD didukung oleh keberadaan advanced cardiac clinic dan tim multidisiplin yang terdiri atas dokter spesialis jantung, dokter bedah jantung, anestesi, rehabilitasi medis, perawat, serta tenaga pendukung lainnya.
Menurut dia, layanan yang terintegrasi diperlukan agar kondisi pasien dapat dipantau secara menyeluruh, termasuk melalui deteksi gangguan jantung sejak dini dan dokumentasi riwayat medis yang lebih lengkap.
Penerapan LVAD, kata dia, juga menunjukkan pentingnya kesiapan tim multidisiplin dalam menangani pasien gagal jantung tahap lanjut, mulai dari proses seleksi, tindakan implantasi hingga perawatan setelah pasien kembali menjalani aktivitas.