NADIKABAR.COM — Pulau Enggano kembali menjadi perhatian setelah jenazah seorang kru kapal yang membawa rombongan jurnalis ditemukan di wilayah tersebut. Jenazah yang semula belum diketahui identitasnya kemudian dipastikan sebagai Surakman atau Sukarman, kru KM Arupadatu I yang hilang kontak bersama rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda.

Jenazah tersebut ditemukan pada Sabtu, 12 September 2026 di pesisir Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Setelah dievakuasi dan menjalani pemeriksaan, hasil pencocokan DNA oleh tim Disaster Victim Investigation (DVI) Pusdokkes Polri memastikan jenazah tersebut merupakan Surakman, 60 tahun.

Penemuan tersebut menjadi perhatian karena lokasi Pulau Enggano berada cukup jauh dari titik terakhir kapal rombongan jurnalis terdeteksi di sekitar Pulau Sebesi, Selat Sunda. Berdasarkan pengukuran Google Earth yang dikutip kepolisian, jarak kedua lokasi tersebut sekitar 345 kilometer.

Lantas, seperti apa Pulau Enggano yang menjadi lokasi ditemukannya jenazah kru kapal tersebut? Ini penjelasannya.

Pulau Enggano berada di Bengkulu Utara

Pulau Enggano merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berada di Samudra Hindia, di sebelah barat daya Pulau Sumatera. Secara administratif, pulau tersebut termasuk dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

Data Profil Daerah Provinsi Bengkulu mencatat luas Pulau Enggano mencapai sekitar 397,2 kilometer persegi. Pulau ini juga menjadi salah satu pulau berpenghuni di Provinsi Bengkulu.