Pengaplikasiannya pun berpotensi dilakukan melalui jalur darat maupun udara. Untuk penggunaan drone, bahan tersebut dapat diarahkan ke titik api awal, spot fire, sisi kebakaran, hingga area yang hendak dibuat sebagai jalur penghambat api.
Meski memiliki potensi, CASSA-P tidak dirancang untuk menggantikan seluruh teknologi dan metode pemadaman Karhutla yang sudah digunakan.
Pada kebakaran dengan intensitas tinggi, teknologi ini lebih diarahkan sebagai pendukung untuk penanganan awal, memperlambat penyebaran api, melindungi kawasan tertentu, serta menangani titik-titik api kecil. Penggunaannya tetap membutuhkan dukungan personel di lapangan dan sistem pemadaman lainnya.
"Aspek lingkungan menjadi salah satu parameter utama penelitian. Meskipun pati singkong berasal dari biomassa terbarukan, formulasi akhir tidak dapat langsung diklaim '100 persen biodegradable' atau 'tidak beracun'," ujarnya.
Karena itu, keamanan CASSA-P perlu dibuktikan melalui pengujian terhadap biodegradabilitas, dampaknya terhadap tanaman, organisme tanah dan air, kandungan serta pelepasan fosfat dan nitrogen, hingga residu yang tersisa setelah proses pembakaran.