Fadli mengatakan memperkenalkan wajah Nusantara ke dunia yang dilakukan Syek Yusuf berarti memperlihatkan wajah Indonesia yang damai, berilmu, dan terbuka - sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia dalam peta sejarah kemanusiaan.
"Yang membedakan beliau adalah perjalanan hidupnya yang melintasi pulau, lautan, hingga ke negeri seberang - perjalanan yang sekaligus menyebarkan ilmu, mempererat persaudaraan, dan mempertahankan kedaulatan bangsa. Beliau adalah pejuang sekaligus ulama, guru sekaligus pemimpin - sosok yang menggabungkan kekuatan fisik dengan kedalaman batin," katanya.
"Tentu bukan sekadar kenangan. Peringatan 400 tahun kelahirannya adalah momen untuk melihat kembali nilai-nilai yang beliau perjuangkan - keberanian, keteguhan, keilmuan, cinta tanah air, dan toleransi," tambahnya.
Fadli mengatakan di masa kini, ketika tantangan bangsa berubah, nilai-nilai dan pelajaran dari Syekh Yusuf justru semakin dibutuhkan.
Pasalnya, Syekh Yusuf mengajarkan keteguhan prinsip yang tetap terbuka kepada dunia; mencintai daerah sendiri sekaligus menjaga persatuan seluruh Nusantara.