"Mungkin tidak bisa mencapai sepakat, namun paling tidak sama-sama saling paham, sehingga saat di sana, di Saudi, tidak ada lagi perdebatan," katanya.

Selain pemahaman manasik, aspek kesehatan menjadi perhatian pemerintah dalam persiapan haji mendatang.

Gus Irfan mengatakan pemeriksaan kesehatan calon haji perlu dilakukan sejak lebih awal. Dengan demikian, calon haji dapat mengetahui kondisi kesehatannya sebelum memasuki tahapan pelunasan biaya haji maupun keberangkatan.

Pemerintah juga menargetkan penurunan jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji.

"Tahun 2025 yang meninggal ada sekitar 470-an, itu menjadi separuh jamaah haji seluruh dunia yang meninggal di Arab Saudi. Kalau tahun 2026, kita tekan sekitar 350-an jamaah. Karena itu persiapan kesehatan bagian yang sangat penting di tahun 2027," katanya.