Dalam kegiatan tersebut, terdapat nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah eksportir dari Indonesia dan importir dari Arab Saudi untuk pengiriman produk Indonesia dengan nilai sekitar Rp5 miliar.

Gus Irfan menyebut kerja sama tersebut menjadi upaya awal untuk mendorong agar aktivitas ekonomi dari sektor haji dan umrah dapat memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat.

"Ini memang bukan angka yang cukup besar, tapi ini adalah awal. Awal dari upaya kita untuk menjalankan amanat Bapak Presiden. Beliau ingin sektor haji dan umrah perputaran uangnya sebagian bisa kembali ke masyarakat," katanya.

Ia menambahkan bahwa Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah menjadi bagian dari upaya memperluas keterlibatan pelaku usaha dalam ekosistem haji dan umrah. Pemerintah berencana membawa kegiatan serupa ke sejumlah daerah lain, termasuk Yogyakarta, Jawa Tengah, dan lainnya.

Selain agenda ekonomi, rangkaian kegiatan expo juga diisi dengan kick-off manasik haji. Gus Irfan meminta calon jemaah memanfaatkan waktu persiapan untuk memahami tata cara pelaksanaan ibadah sekaligus meningkatkan kesiapan fisik.