Sjafrie mengenang Widodo sebagai pemimpin yang mengajak anak buah untuk berpikir bersama. Dia mengenang sering diajak Widodo untuk berdiskusi.
"Waktu saya tugas di Mabes TNI, saya sebagai Staf Ahli Panglima, saya sebagai Staf Ahli Panglima, dan beliau sebagai Panglima. Beliau menjadikan saya tangki pemikir untuk mengelola kebijakan-kebijakan dan strategi militer untuk pertahanan. Ada satu yang paling saya selalu ingat adalah 'pikir bareng'. Jadi beliau tidak pernah berpikir sendiri. Beliau selalu mengumpulkan staf dan bekerja sama untuk mengambil kesimpulan," katanya.
Sjafrie juga menyebut hubungan Widodo dengan Presiden Prabowo Subianto sangat baik. Dia mengenang hubungan Prabowo dengan Widodo saat membangun kekuatan pertahanan RI.
"Selain itu juga, almarhum mempunyai hubungan yang sangat baik di dalam pembangunan kekuatan pertahanan dengan Menteri Pertahanan pada waktu yang lalu, Menteri Pertahanan Prabowo yang sekarang sudah menjadi Presiden. Hubungan emosional, hubungan psikologis ini sangat dekat sekali," katanya.