NADIKABAR.COM β Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengajak US-ASEAN Business Council (US-ABC) memperkuat investasi sektor transportasi di Indonesia guna mendukung modernisasi infrastruktur, peningkatan keselamatan, efisiensi logistik, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dapat menjadi investor dan mitra dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut," kata Menhub saat bertemu US-ASEAN Business Council (USABC) di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis.
USABC merupakan organisasi yang menjembatani perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) dengan pemerintah di negara ASEAN, guna mendorong hubungan perdagangan dan investasi.
Dudy menyampaikan fokus sektor transportasi serta mendorong investasi di Indonesia, khususnya untuk mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029.
Untuk mendukung visi tersebut, pihaknya berfokus pada modernisasi pelabuhan, pengembangan bandara, perluasan jaringan jalan dan kereta api, serta integrasi sistem transportasi perkotaan.
"Melalui upaya-upaya ini, kami bertujuan meningkatkan akses terhadap layanan transportasi, meningkatkan efisiensi dan keandalan, serta menjamin keselamatan dan keamanan pada seluruh moda transportasi,β kata Dudy.
Ia mengatakan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dapat menjadi investor dan mitra dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Pengalaman Amerika pada bidang teknologi, operasional, pembiayaan, serta pengembangan sumber daya manusia, menurut dia, dapat membantu Indonesia mengatasi tantangan dan meningkatkan kualitas layanan transportasi.
"Oleh sebab itu, pada kesempatan tersebut dilakukan juga diskusi mengenai aspek keselamatan, sistem logistik, serta moda transportasi yang lebih bersih dan mobilitas perkotaan yang lebih baik," ujar Dudy.
Terkait keselamatan, Menhub mengatakan, aspek tersebut harus menjadi landasan dalam setiap kemitraan, baik pada sektor penerbangan, transportasi laut, darat, serta perkeretaapian.
"Kami menyambut baik kerja sama yang dapat memperkuat pemeliharaan, inspeksi, keandalan operasional, serta keterampilan personel. Teknologi harus dapat membantu kita mengidentifikasi risiko lebih dini dan mencegah terjadinya kecelakaan,β kata Dudy.
Kemudian terkait sistem logistik, ia mengatakan, Indonesia memerlukan logistik yang lebih efisien dan konektivitas yang lebih kuat. Hal tersebut bisa diwujudkan melalui perangkat digital yang mendukung peningkatan pertukaran informasi dan membantu para operator dalam mengambil keputusan yang lebih tepat.
Adapun terkait moda transportasi yang lebih bersih dan mobilitas perkotaan yang lebih baik, Dudy mengatakan hal tersebut mencakup efisiensi energi, integrasi transportasi umum, serta berbagai teknologi yang mampu mengurangi emisi.
Ia berharap melalui pertemuan ini dapat terwujud kerja sama yang menciptakan peluang bagi para profesional dan pelaku bisnis di Indonesia, sekaligus mengembangkan keahlian yang diperlukan untuk mempertahankan berbagai peningkatan tersebut dari waktu ke waktu.
βAgar pertemuan ini produktif, saya mengundang setiap perusahaan mengidentifikasi bidang kerja sama yang paling menjanjikan, tantangan yang ingin diatasi, serta langkah selanjutnya yang diperlukan untuk menindaklanjutinya,β ujar dia.
Adapun kegiatan itu merupakan rangkaian dari US-ASEAN Business Council's 2026 Indonesia Business Mission.
Turut hadir pada kesempatan tersebut pejabat pimpinan madya dan pratama di lingkungan Kementerian Perhubungan, perwakilan operator transportasi, serta delegasi US-ABC yang dipimpin President and CEO US-ABC Brian D McFeeters didampingi perwakilan Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat di antaranya Meta, Apple, PepsiCo Indonesia, UPS, hingga Lubrizol.