Menhut Raja Antoni bersama tim juga berjalan kaki dari Tanjung Harapan menyusuri jalan setapak yang baru dibuka sejauh 1,8 kilometer menuju Shelter Pesalat, untuk memantau pembuatan embung untuk menampung air yang nantinya akan disalurkan ke lokasi titik api.

β€œDibagi dua tim yang memasang. Kita pasang malam ini, biar besok bisa langsung dipakai, kita bermalam biar dipastikan terpasang,” kata Raja Antoni.

Menhut menegaskan penanganan karhutla di Tanjung Puting akan terus dilakukan secara maksimal dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.

β€œPemerintah bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus bekerja di lapangan untuk mengendalikan api dan melindungi kawasan Taman Nasional Tanjung Puting,” ujarnya.