Atribut pencak silat seperti sakral, sabuk (bengkong), dan golok dikenakan pendekar ketika melatih muridnya.
Salah seorang pendekar memperagakan gerakan silat cingkrik dengan golok. Gerakannya dikenal mengandalkan kecepatan, kelincahan, dan kelenturan tubuh, dengan jurus-jurus yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Dalam rangka tujuan melestarikan budaya, silat cingkrik diikuti lintas generasi. Anak-anak usia remaja berpartisipasi dalam latihan bersama pada malam Kamis.
Latihan tidak hanya diisi dengan pengulangan jurus. Silat Cingkrik merupakan salah satu seni bela diri tradisional Betawi yang berkembang di kawasan Rawa Belong. Gerakannya dikenal mengandalkan kecepatan, kelincahan, dan kelenturan tubuh, dengan jurus-jurus yang diwariskan dari generasi ke generasi.