NADIKABAR.COM — Menjelajahi keelokan Pangandaran, Jawa Barat, tak melulu soal hiruk-pikuk di Pantai Timur atau Barat. Jika Anda bersedia melipir lebih jauh ke arah selatan, sebuah permata tersembunyi bernama Pantai Madasari siap menyambut dengan pesona yang berbeda.

Secara administratif, pantai ini terletak di Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Jaraknya sekitar 39 kilometer dari Bundaran Marlin. Namun, perjalanan tak akan terasa menjemukan jika Anda memilih jalur lintas pantai yang kini sudah terkoneksi dengan apik.

Sepanjang aspal yang membelah pesisir, mata akan dimanjakan dengan panorama laut lepas, mulai dari Cikembulan Pass, Sukaresik, Pantai Batuhiu, Bojong Salawe, hingga Batukaras. Di rute ini, pelancong akan melintasi setidaknya tiga jembatan ikonik. Dua yang paling megah adalah Jembatan Ranggajipang Wiradinata dan Jembatan Sodongkopo, yang kerap menjadi titik favorit wisatawan untuk berhenti sejenak dan berswafoto.

Madasari bukan sekadar pantai biasa; ia memiliki karakter yang kuat dan terasa lebih eksklusif. Jangan harap bisa berenang dengan tenang di sini, sebab gulungan ombaknya tergolong besar dan liar. Alih-alih menceburkan diri ke air, cara terbaik menikmati Madasari adalah dengan duduk santai ditemani segelas kelapa muda dingin sambil memandang cakrawala.

Meski tak bisa berenang, bukan berarti aktivitas di sini terbatas. Madasari adalah surganya para pecinta alam terbuka. Di sini, "hotel plastik" alias tenda dome menjadi pemandangan lazim. Berkemah di tepi pantai sembari menghadap langsung ke samudera menjadi daya tarik utama yang sulit ditolak. Hamparan lahannya yang luas juga kerap bertransformasi menjadi lokasi berkumpulnya berbagai komunitas, mulai dari klub motor hingga kelompok hobi lainnya.

Urusan kantong pun tak perlu risau. Tiket masuknya dibanderol Rp 15.000 per orang, sudah termasuk akses ke Pantai Batukaras, asuransi, serta biaya parkir.